Sabtu, 21 Oktober 2017

ALHAMDULILLAH....Dokter Ahli Ini Menjelaskan Secara Gamblang Penyebab Kanker Payudara. Ini Dia FAKTA Yang Sering Diabaikan Para Wanita

ALHAMDULILLAH....Dokter Ahli Ini Menjelaskan Secara Gamblang Penyebab Kanker Payudara. Ini Dia FAKTA Yang Sering Diabaikan Para Wanita

Loading...
Loading...
Banyak sekali informasi yang keliru mengenai penyebab kanker payudara. Hanya sedikit sekali wanita yang tau mengenai informasi penyakit berbahaya ini.


Lembaga peduli kanker Cancer Information and Support Center (CISC) menggelar acara yang bertemakan "Mengupas Fakta &  Mitos Seputar Kanker Payudara", sekaligus launching buku baru yang berjudul "Cerdas Menghadapi Kanker Payudara". 

Dalam acara tersebut, dokter ahli kanker payudara, Dr Farida Briani Sobri, SpB(K) Onk mengupas tuntas berbagai hal yang selama ini menjadi kepercayaan banyak orang Indonesia. Ternyata banyak dari beragam info yang beredar itu ternyata tidak benar atau mitos belaka. 

Kiat Cerdas Lawan Kanker dari Tubuh Kamu!

Survivor Ethan Zohn Jelaskan Kanker Langka Limphoma Hodgkins dan Penyembuhannya
Untuk mengetahui lebih lanjut, di bawah ini akan dikupas tuntas beberapa hal terkait penyakit kanker yang sudah menjadi suatu kepercayaan banyak orang, apakah benar fakta atau hanya mitos belaka. 

Bra Kawat Sebabkan Kanker Payudara

Mitos: Sepertinya informasi ini yang paling santer beredar di masyarakat, terutama di layanan broadcast di berbagai media sosial. Banyak orang yang menerima pesan ini di akun medsos mereka, lengkap dengan penjelasan yang terdengar ilmiah banget, Kebanyakan wanita pun mempercayai informasi ini, dan memilih untuk tidak lagi menggunakan bra berkawat. 

Namun ternyata menurut penjelasan dr. Farida sampai saat ini tidak ada uji klinis yang telah dirilis secara internasional, yang mengatakan bahwa pemakaian BH kawat dapat menyebabkan kanker. Jadi sementara ini bisa dikatakan bahwa info yang sudah dipercayai oleh publik ini sebagai mitos belaka. 

"Tidak ada hubungan antara bra kawat dengan penyebab kanker, sejauh ini tidak ada di uji klinis yang telah dirilis yang menyatakan demikian," tegas dokter lulusan Universitas Indonesia ini kepada Wowchannelz, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/10/2017) kemarin.

Tidur Dengan Pakai Bra Mampu Timbulkan Kanker

Mitos: Ini juga salah satu informasi yang banyak diterima, dan pada akhirnya menjadi suatu kepercayaan masyarakat Indonesia, bahwa memakai BH saat tidur dapat menyebabkan munculnya kanker. Sekali lagi dr. Farida membantah bahwa penggunaan bra saat tidur bisa mengakibatkan kanker.

"Jadi seperti ini ya, secara logika aja ya, salah satu fungsi bra adalah untuk menyangga dari daya tarik gravitasi, ketika tidur apa lagi yang disannga dari daya tarik gravitasi tersebut," jelasnya sembari tertawa. 

Selanjutnya, dr. Farida menjelaskan bahwa melepas BH saat tidur memang benar dapat memperlancar peredaran darah, dan membuat kulit mampu menyerap udara dengan lebih leluasa. 

Merokok

Fakta: Berbeda dengan beberapa hal di atas, kali ini dr. Farida membenarkan bahwa informasi yang sudah banyak diketahui orang ini, merupakan salah satu penyebab munculnya tidak hanya kanker payudara, namun berbagai jenis kanker lainnya. 

Lebih jauh ia menjelaskan, bahwa bukan hanya perokok aktif saja yang beresiko terkena kanker, perokok pasif pun juga memiliki resiko besar untuk terkena kanker. 

"Kalau rokok itu sudah jelas dia merupakan penyebab kanker, karena yang dihisap itu zat karsinogen semua, namun yang perlu diperhatikan di sini adalah tidak hanya perokok aktif yang bisa kena kanker, perokok pasif, atau menghirup asap rokok juga dapat mengakibatkan munculnya kanker," urainya melanjutkan. 

"Jadi untuk bapak-bapak harap berhati-hati, meskipun tidak merokok di depan anak-istri, masih ada resiko karena zat karsinogen itu bisa jadi masih menempel," tambahnya.

Makan Ini Itu Bisa Picu Munculnya Kanker Payudara

Mitos: Sering sekali ditemui berbagai artikel yang berjudul makanan-makanan penyebab kanker payudara atau artikel lain seperti daging dapat menyebabkan munculnya kanker beredar di internet. Namun faktanya menurut dokter yang juga tergabung dalam Tim Edukasi Medis Kanker Payudara ini tidak ada hubungan antara suatu makanan tertentu dengan timbulnya kanker payudara. 

"Banyak orang yang menghubungkan makanan-makanan tertentu dengan penyebab kanker, namun sejauh ini tidak ada hasil penelitian yang menunjukkan bahwa suatu makanan tertentu dapat memicu kanker, intinya semua makanan jika dimakan dengan porsi yang benar dan tidak berlebihan, dapat menurunkan resiko terkena berbagai penyakit, namun tidak ada hubungan langsung antara suatu makanan dengan kanker," jelas dr. Farida. 

Meski begitu, masih dari penuturan dr Farida, ia membenarkan adanya makanan yang dapat menurunkan resiko terkena penyakit kanker payudara. 

Sinar Matahari Bisa Menyebabkan Kanker

Fakta dan Mitos: Masih banyak orang yang menganggap bahwa sinar matahari dapat menyebabkan munculnya kanker. Terkait dengan informasi ini, dr. Farida tidak membenarkan namun dia juga tidak membantah. Ia mengatakan, bahwa masyarakat perlu mengetahui penjelasan tentang paparan sinar matahari secara benar. 

"Jadi seperti ini, ada dua jenis sinar ultraviolet, yakni ultraviolet A UVA dan ultraviolet B UVB, yang dapat memicu sel kanker itu adalah UVB, sinar UVA itu malah bagus untuk tubuh," ungkapnya. 

Sinar UVA itu adalah sinar matahari yang ada di pagi hari, di bawah jam sepuluh. Sedangkan UVB itu merupakan sinar matahari yang ada di siang hari. 

"Kalau sinar matahari pagi itu malah baik untuk tubuh, di dalam tubuh itu sudah ada yang disebut sebagai pro vitamin D, cahaya matahari pagi itu dapat merubahnya menjadi vitamin D, tapi itu hanya untuk matahari pagi sebelum jam 10, di atas itu sinar mataharinya adalah sinar UVB yang memang dapat menyebabkan kanker," jelas dokter yang pernah menjadi staf Divisi Bedah Onkologi RSCM periode 2011-2015 tersebut. 






Sumber : wowchannelz.com
Loading...

Related Posts

ALHAMDULILLAH....Dokter Ahli Ini Menjelaskan Secara Gamblang Penyebab Kanker Payudara. Ini Dia FAKTA Yang Sering Diabaikan Para Wanita
4/ 5
Oleh