Loading...
Belakangan beredar kabar miring tentang pelaksanaan vaksinasi MR atau Measles Rubela. Banyak ibu-ibu yang khawatir bahwa vaksin MR ini bisa mendapat efek samping yang membuat anak malah terkena penyakit tertentu.
Sejarah telah membuktikan, vaksin paling efektif untuk mengatasi penyakit terkait infeksi. Ketika seseorang diberi vaksin atau diimunisasi, ini akan memengaruhi kekebalan tubuhnya. Sejatinya, vaksin berfungsi mempersiapkan sistem imun atau kekebalan tubuh individu penerimanya untuk bertahan dari serangan patogen (kuman mematikan) seperti bakteri, virus, atau racun.
Kini jenis vaksin yang tengah gencar dikampanyekan oleh pemerintah adalah imunisasi Measles Rubela (MR). Imunisasi tersebut diberikan secara massal dan cuma-cuma pada Agustus hingga September 2017 bagi anak usia 9 bulan hingga di bawah 15 tahun di seluruh Pulau Jawa. Sementara anak-anak di luar Pulau Jawa akan mendapat giliran imunisasi di Agustus hingga September tahun mendatang.
Kampanye imunisasi MR ini tak lain merupakan wujud komitmen pemerintah untuk mengeliminasi penyakit campak yang pernah mewabah pada 2010-2014 di Indonesia. Demikian pula dengan penyakit rubela yang kian menjadi masalah tak hanya di Indonesia, melainkan juga di negara-negara lain.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada 2010-2015 mencatat setidaknya ada 6.309 anak yang terserang rubela. Sebanyak 77 persen di antaranya berusia kurang dari 15 tahun. Selain itu, 556 bayi terlahir cacat pada 2015-2016 akibat serangan virus rubela ketika dalam kandungan ibu. Ini tentu saja menjadi ancaman bagi masa depan bangsa.
Pemerintah bertekad untuk menuntaskan pekerjaan rumah mengeliminasi campak dan mengendalikan penyakit rubela dan kecacatan bawaan akibat rubela pada 2020. Untuk itu, kampanye imunisasi MR tahun ini menyasar 34.9 juta anak di enam provinsi di Pulau Jawa. Pemerintah menargetkan 95 persen dari jumlah total anak tersebut mendapat vaksin MR.
"Campak dan rubela ini hanya menyerang manusia, bukan hewan dan bukan lingkungan. Jadi kalau imunisasinya mencapai target, campak dan rubela ini bisa dimusnahkan," papar Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Dr. Elizabeth Jane Soepardi MPH. DSc, di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, saat ditemui Health-Liputan6.com pada Juli lalu.
Hal senada juga diutarakan oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. H. Mohamad Subuh, MPPM. Dia mengimbau agar anak-anak yang telah mendapatkan imunisasi campak tetap menjalani imunisasi MR guna mendapatkan kekebalan terhadap campak dan rubela. "Kami menargetkan pelaksanaan imunisasi ini sebesar 90 persen agar dapat menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity). Bagi ibu-ibu yang anaknya sudah diimunisasi campak tetap diberi imunisasi MR agar mendapat kekebalan terhadap campak dan rubela," ucap dr. H. Mohamad Subuh.
Dr. Elizabeth Jane Soepardi mengatakan, apabila sekitar 95 persen dari masyarakat yang dibidik melakukan imunisasi MR, maka lima persen lainnya akan ikut kebal terhadap virus tersebut.
Hingga 13 Agustus 2017, tercatat ada 13.4 juta anak di Pulau Jawa yang telah mendapatkan imunisasi vaksin MR. Kabar terbaru pada 23 Agustus 2017, Ketua Komisi Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas PP KIPI), Hindra Irawan Satari, mengatakan sudah ada sekitar 20 juta anak yang divaksin MR.
Sumber : liputan6.com
Loading...
PERLU DIBACA !!! Vaksin Measles Rubela Aman Untuk Anak-Anak. Simak Penjelasannya Disini
4/
5
Oleh
Unknown